Pentingnya Data dan Keterlibatan untuk Desain Acara yang Sukses: Whitepaper Mendatang
Bagi penyelenggara acara, peran data menjadi pusat perhatian dalam hal mempertahankan peserta, mempelajari tren bisnis, dan merancang acara baru. Ada begitu banyak aspek yang dapat digunakan data saat ini dan, bahkan di luar industri acara, konsep seperti big data dan integrasi CRM menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Tetapi apakah data satu-satunya alat yang dapat digunakan oleh penyelenggara acara pada tahun 2022?
Apa itu big data?
Big data adalah disiplin ilmu yang didedikasikan untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data besar dan kompleks dari berbagai sumber – terlepas apakah data tersebut terstruktur atau tidak. Ada berbagai jenis big data yang mencakup berbagai sumber seperti situs web, jejaring sosial, data transaksi besar, data biometrik, data yang dihasilkan manusia, data M2M (mesin ke mesin), dll.
Big data juga biasanya dikategorikan sebagai terstruktur, tidak terstruktur, dan hibrida. Terakhir, ada 5 V yang mendefinisikan big data, yaitu kecepatan, volume, nilai, variasi, dan kebenaran, meskipun dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak V yang ditambahkan.
Mengapa penyelenggara acara perlu mengetahui konsep seperti integrasi dan ROE?
Berbagai penyelenggara acara menggunakan berbagai perangkat lunak dan platform berbasis cloud untuk menangani berbagai operasi. Terkadang, diperlukan solusi yang berbeda untuk saling berkomunikasi menggunakan integrasi.
Perangkat lunak manajemen acara, misalnya, dapat diintegrasikan dengan CRM sehingga setiap pendaftaran baru dapat secara otomatis dikirim ke CRM. Proses pengintegrasian kedua solusi tersebut mungkin memerlukan penggunaan API atau webhook.
ROE (Return on Engagement), di sisi lain, mengukur semua interaksi daring antara audiens dan merek Anda. Keterlibatan adalah indikator kinerja utama lainnya bagi banyak penyelenggara acara dan itulah mengapa penting untuk mengetahui cara menafsirkan tren perilaku di antara peserta Anda menggunakan data.

Mengapa emosi dan perilaku peserta sama kuatnya dengan data?
Meskipun penggunaan data sebagai ilmu dapat menghasilkan kesimpulan yang paling rasional, sama pentingnya untuk memanfaatkan perilaku dan emosi audiens target saat merancang acara. Banyak perusahaan kini mempertimbangkan konsep seperti ROA (Return on Attention) dan ROE (Return on Engagement), selain ROI (Return on Investment) untuk mengembangkan bisnis mereka.
Bagi penyelenggara acara, penting untuk mengetahui bagaimana acara tertentu memberikan nilai dan dampak bagi peserta. Hal ini didukung lebih lanjut oleh pernyataan dari Harvard Business Review yang mengatakan: “Pelanggan yang terhubung secara emosional membeli lebih banyak produk dan layanan, lebih sering mengunjungi Anda, tidak terlalu sensitif terhadap harga, lebih memperhatikan komunikasi Anda, mengikuti saran Anda, dan lebih merekomendasikan Anda.”
Kesimpulan
Penyelenggara acara harus mendidik diri mereka sendiri tentang cara memanfaatkan kekuatan data sekaligus mencoba mengenal audiens mereka lebih baik dengan tujuan akhir untuk terhubung dengan mereka pada tingkat emosional. Ketika kiat-kiat ini diterapkan, kemungkinan besar mereka akan dapat menyelenggarakan acara yang berbicara sendiri dan yang akan menarik perhatian peserta dari tahun ke tahun.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang big data, integrasi, CRM, ROE, dan desain acara, nantikan whitepaper mendatang kami di mana kami akan mencoba menggabungkan konsep dasar dan penerapannya dalam industri acara.
